Review Anime Tsukimichi: Moonlit Fantasy. Tsukimichi: Moonlit Fantasy terus menjadi salah satu anime isekai paling solid dan underrated hingga akhir Januari 2026 ini. Cerita mengikuti Makoto Misumi, remaja biasa yang tiba-tiba dipanggil ke dunia fantasi oleh Dewi sebagai pahlawan. Namun, Dewi itu langsung menolaknya karena wajahnya dianggap jelek dan mengusirnya ke ujung dunia tanpa dukungan apa pun. Dengan kekuatan tersembunyi yang luar biasa dari kontrak dengan Makoto, ia bertahan hidup di wilayah terpencil, bertemu makhluk non-manusia seperti orc, lizardman, dan naga, serta membangun komunitas sendiri di Asora. Makoto memilih hidup damai sambil membantu sekutu-sekutunya, tapi nasib sering menariknya ke konflik besar melawan kerajaan manusia, pahlawan lain, dan ancaman dari dunia. Premis ini langsung menarik karena membalik trope isekai klasik: bukan pahlawan yang disayang dewa, tapi yang dibuang dan membangun kekuatan sendiri dengan cara unik. Di 2026, hype seri ini melonjak lagi setelah konfirmasi resmi season ketiga beberapa waktu lalu, meski detail tayang belum diumumkan, membuat penggemar lama dan baru semakin antusias menunggu kelanjutan petualangan Makoto. BERITA BASKET
Plot dan Struktur Cerita: Review Anime Tsukimichi: Moonlit Fantasy
Alur Tsukimichi berjalan dengan keseimbangan bagus antara slice-of-life, aksi, dan pembangunan dunia. Season pertama memperkenalkan Makoto yang dibuang, perjalanannya membangun Asora sebagai utopia bagi makhluk terbuang, serta pertemuan dengan Tomoe dan Mio yang menjadi pengikut setia. Konflik awal fokus pada interaksi dengan manusia yang memusuhi non-human, turnamen, dan ancaman dari pahlawan lain yang sombong. Season kedua memperluas skala dengan politik antar negara, invasi demon, dan pertarungan besar di mana Makoto mulai menunjukkan kekuatan sebenarnya tanpa sengaja mendominasi. Cerita sering diselingi humor dari kesalahpahaman Makoto yang overpowered tapi polos, serta momen serius saat ia menghadapi pengkhianatan atau konsekuensi kekuatannya. Pacing cepat di aksi, tapi lambat di bagian pembangunan kota dan hubungan, membuat seri terasa seperti campuran Tensura dengan elemen revenge ringan. Meski ada kritik bahwa beberapa arc terasa repetitif dengan formula “Makoto menang mudah”, pengungkapan bertahap tentang asal kekuatannya dan dunia membuat cerita tetap engaging. Dengan season ketiga yang sudah dikonfirmasi, plot diprediksi akan masuk fase konflik lebih besar melibatkan dewa dan pahlawan utama.
Karakter Utama dan Pendukung: Review Anime Tsukimichi: Moonlit Fantasy
Makoto Misumi adalah protagonis isekai yang relatable dan unik: sopan, polos, tapi punya kekuatan absurd yang membuatnya tak terkalahkan. Ia tidak haus kekuasaan atau balas dendam berlebihan; fokusnya melindungi teman dan hidup tenang, meski sering terjebak situasi besar. Kepribadiannya yang humble kontras dengan kekuatan OP-nya, menciptakan humor saat orang lain kagum atau takut padanya. Tomoe sebagai naga penyihir yang setia dan cerewet, Mio yang clingy dan posesif, serta karakter seperti Shiki atau komunitas Asora menambah dinamika keluarga yang hangat. Rival seperti pahlawan dari kerajaan atau antagonis demon punya motivasi jelas, membuat konfrontasi terasa lebih dari sekadar pertarungan fisik. Interaksi antar karakter penuh banter lucu, momen emosional saat Makoto mengenang keluarganya di dunia asal, dan perkembangan gradual yang membuat cast terasa hidup. Kekuatan utama di sini adalah bagaimana Makoto memengaruhi orang sekitarnya—banyak yang awalnya musuh atau skeptis akhirnya menjadi sekutu setia karena kebaikan dan kekuatannya.
Seni dan Visual
Seni Tsukimichi termasuk yang solid di genre isekai, dengan animasi yang konsisten dan ekspresif. Desain karakter Makoto sederhana tapi ikonik: rambut hitam, ekspresi polos yang kontras dengan aura overpower saat bertarung. Tomoe dan Mio punya desain menarik yang mencerminkan kepribadian—Tomoe elegan, Mio sensual. Latar belakang Asora dibuat indah dengan hutan mistis dan kota yang berkembang, sementara medan perang dan monster digambar detail dengan efek qi atau sihir yang mencolok. Pertarungan dinamis, terutama saat Makoto melepaskan kekuatan penuh, dengan impact frame dan ledakan energi yang memuaskan. Season kedua mempertahankan kualitas tinggi meski studio berganti, dengan warna cerah yang mendukung nada petualangan ringan. Adegan komedi ditangani dengan ekspresi over-the-top dan timing visual tepat, sementara momen serius memiliki pencahayaan dramatis. Secara keseluruhan, visual mendukung cerita dengan baik dan membuat setiap episode enak ditonton.
Kesimpulan
Tsukimichi: Moonlit Fantasy adalah anime isekai yang sangat direkomendasikan bagi penggemar yang suka OP MC polos, pembangunan dunia, dan campuran humor serta aksi tanpa terlalu serius. Kekuatannya terletak pada Makoto yang relatable, komunitas Asora yang hangat, serta plot yang segar di tengah banjir isekai serupa. Meski ada kekurangan kecil seperti pacing lambat di bagian slice-of-life atau beberapa trope klise, keseluruhan seri tetap adiktif dan entertaining. Dengan season ketiga yang sudah resmi dikonfirmasi di 2026, sekarang adalah momen tepat untuk binge season satu dan dua atau menunggu kelanjutan. Bagi yang bosan dengan hero disayang dewa atau cerita terlalu gelap, Tsukimichi menawarkan pengalaman petualangan ringan tapi memuaskan—salah satu isekai terbaik yang patut dicoba dan ditunggu kelanjutannya.