Review Anime Wise Man’s Grandchild. Anime Wise Man’s Grandchild atau dikenal juga sebagai Kenja no Mago tetap menjadi salah satu serial isekai yang dikenang penggemar hingga awal 2026. Dirilis pada 2019 dengan 12 episode, cerita ini mengisahkan seorang pria muda dari dunia modern yang meninggal dan bereinkarnasi di dunia fantasi sebagai bayi bernama Shin Wolford. Ia diadopsi oleh Merlin Wolford, seorang penyihir legendaris, yang mengajarinya sihir dan pertarungan sejak kecil. Shin tumbuh menjadi sosok overpower dengan pengetahuan ilmiah dari kehidupan sebelumnya, tapi kurang memiliki akal sehat sosial. Saat masuk akademi sihir, ia berteman dengan berbagai karakter dan menghadapi ancaman demonoid. Meski sudah bertahun-tahun berlalu, anime ini masih sering dibahas karena campuran aksi, komedi, dan elemen romansa ringan yang menghibur. BERITA BOLA
Alur Cerita dan Pengembangan Karakter: Review Anime Wise Man’s Grandchild
Alur Wise Man’s Grandchild berfokus pada kehidupan Shin di akademi, di mana ia dengan mudah menguasai sihir dan menciptakan inovasi baru seperti pedang bergetar atau sepatu jet. Cerita dimulai dari masa kecilnya yang terisolasi, lalu berlanjut ke interaksi sosial di sekolah, pertarungan melawan demonoid, dan sedikit intrik politik. Konflik utama melibatkan Schrom, seorang antagonis yang punya motif balas dendam terhadap masyarakat, menambah sedikit kedalaman pada dunia fantasi ini.
Karakter utama seperti Shin digambarkan sebagai protagonis overpower yang polos dan kurang peka terhadap perasaan orang lain, menciptakan banyak momen komedi. Sizilien von Claude, gadis yang menjadi pasangan romantisnya, berkembang dari sosok pemalu menjadi lebih percaya diri. Teman-temannya seperti August von Earlshide, pangeran kerajaan, dan Maria von Messina menambah dinamika kelompok dengan kepribadian yang beragam. Meski banyak trope isekai klasik seperti MC terlalu kuat dan harem ringan, pengembangan hubungan antar karakter terasa alami dan hangat, membuat penonton mudah menyukai mereka. Namun, beberapa kritik menyebut karakter pendukung terlalu generik dan kurang mendalam.
Kualitas Produksi dan Elemen Visual: Review Anime Wise Man’s Grandchild
Produksi anime ini menampilkan animasi yang solid untuk standar 2019, dengan efek sihir yang flashy dan pertarungan yang dinamis. Desain karakter ekspresif, terutama saat momen komedi di mana wajah Shin sering berubah lucu. Latar dunia fantasi digambarkan dengan detail cukup, meski tidak terlalu inovatif. Adegan aksi menjadi highlight, dengan ledakan magis dan gerakan cepat yang memuaskan mata.
Dari segi suara, pengisi suara utama berhasil menyampaikan kepolosan Shin dan chemistry antar kelompok teman. Soundtrack energik mendukung suasana petualangan, sementara opening dan ending lagu mudah diingat. Elemen romansa disajikan tanpa berlebihan, lebih fokus pada perkembangan hubungan Shin dan Sizilien yang manis. Secara keseluruhan, kualitas produksi ini membuat anime terasa ringan dan menyenangkan, meski ada bagian di mana animasi terlihat standar tanpa sorotan khusus.
Dampak dan Prospek di Kalangan Penggemar
Wise Man’s Grandchild mendapat penerimaan campuran, dengan skor rata-rata sekitar 6.6 di komunitas anime besar, mencerminkan hiburan santai tapi tidak revolusioner di genre isekai. Banyak penggemar menghargai humor dari ketidaktahuan Shin terhadap norma sosial dan aksi overpower yang memuaskan. Serial ini sering direkomendasikan untuk penonton yang ingin cerita ringan tanpa drama berat. Materi sumber dari light novel yang telah tamat dan manga yang masih berlanjut dengan puluhan volume memberikan potensi besar untuk kelanjutan.
Hingga awal 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai musim kedua, meski penggemar terus berharap karena cerita masih punya banyak ruang untuk dieksplorasi, seperti ekspedisi ke wilayah demon dan konflik politik lebih dalam. Diskusi di forum online tetap aktif, menunjukkan basis penggemar yang setia. Anime ini membuktikan bahwa formula isekai sederhana bisa bertahan lama jika dieksekusi dengan menyenangkan.
Kesimpulan
Wise Man’s Grandchild adalah anime isekai yang ideal untuk ditonton saat mencari hiburan tanpa beban. Dengan protagonis overpower yang lucu, aksi memukau, dan romansa manis, serial ini berhasil mencuri hati banyak penonton meski penuh trope familiar. Bagi penggemar genre fantasi sekolah sihir, ini layak dicoba untuk pengalaman yang rileks dan menghibur. Meski prospek musim baru masih samar, warisan cerita Shin Wolford tetap hidup di hati penggemar, membuktikan daya tarik abadi dari petualangan sederhana tapi menyenangkan seperti ini.